Invent

Blog


How to Improve Your Writing in 15 minutes

Kadang kita merasa waktu yang ada tidak pernah cukup. Kita kadang terlalu sibuk mengetweet, mengetik email, sms, chatting atau BBM-an. Walaupun banyak diantara kita yang menghabiskan banyak waktu menulis di sosial media, namun mungkin beberapa ada yang merasa bahwa seni menulis itu sendiri sudah terlupakan. Dengan kurangnya waktu namun adanya keinginan dan kebutuhan yang besar dalam karir di bidang komunikasi untuk dapat berkomunikasi dengan baik melalui kata-kata yang tertulis, apakah kita masih dapat meningkatkan kemampuan menulis kita di sela kegiatan yang super sibuk sehari-hari? Jawabannya adalah, tentu saja!

Anda pasti memiliki waktu luang walau hanya 15 menit sehari. Bagaimana jika mencoba teknik berikut ini, yang jika dilakukan kesemuanya, menghabiskan waktu kurang dari 15 menit. Dan anda akan melihat kemampuan menulis anda pun meningkat.

Pilih topik, apapun. Sebagai contoh, topik anda adalah: “Bagaimana untuk menjadi komunikator yang lebih baik.” Dalam 10 menit, targetkan untuk menulis tiga paragraf yang bagus untuk topik ini.

  1. 1.    Latihan menulis kreatif

Atur penunjuk waktu untuk satu menit. Selama waktu tersebut, tulis 3 talking point untuk topik anda. Setelah semakin baik dalam hal ini, tantang diri anda untuk berpikir secara inovatif dan pilih topik yang anda kurang pahami. You might surprise yourself!

  1. 2.    Belajar untuk menulis dangan cepat dan jelas

Setelah 1 menit anda habis, set waktu anda menjadi 10 menit dan buat sebuah esai yang jelas mengenai topik dan talking point yang telah anda pilih. Latihan ini akan membantu anda tidak hanya untuk berpikir secara spontan, tapi juga menghemat waktu dimana anda belajar untuk menuangkan ide anda di kertas dengan cepat.

  1. 3.    Latihan untuk mengedit karya anda

Anda memiliki sisa 4 menit. Gunakan 4 menit ini – dan hanya 4 menit – untuk mengedit esai anda. Lakukan ini setiap hari, mungkin 2 kali sehari, dan lihat bagaimana kemampuan menulis anda meningkat.

Bagaimana? Selamat mencoba!

Read more...


Marketing Public Relations (MPR)


Dalam era yang semakin modern, fungsi PR yang awalnya sebagai penjaga citra perusahaan dan penjembatan komunikasi perusahaan dengan stakeholders-nya pun meluas. Dengan kekuatan komunikasi yang baik, PR juga turut serta mengambil bagian dalam kegiatan marketing sebuah perusahaan.

Walau PR juga merupakan bagian dari marketing, aktivitas marketing yang dipegang PR terbatas Batasan ini dapat dilihat dr peranan PR untuk mengkomunikasikan informasi perusahaan yang berkaitan dengan citra ke khalayaknya. MPR menambah/memberikan nilai bagi produk dengan menciptakan pesan yang kredibel terhadap produk/perusahaan tersebut

Adapun peran-peran MPR dalam sebuah perusahaan menurut Rosady Ruslan adalah sebagai berikut:

1.        Menumbuhkembangkan kesadaran konsumennya terhadap produk yang tengah diluncurkan

2.        Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan/manfaat atas produk yang ditawarkan

3.        Mendorong antusiasme (sales force) mll suatu artikel sponsor (advertorial) tentang kegunaandanmanfaat suatu produk

4.        Menekan biaya promosi iklan komersial,di media elektronik maupun media cetak demi tercapainya efisiensi biaya

5.        Komitmen untukmeningkatkan pelayanan2 kepada konsumen, termasuk upaya mengatasi keluhan, dsb untukmencapain kepuasan pelanggan

6.        Membantu mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru dan sekaligus merencanakan perubahan posisi produk yang lama

7.        Mengkomunikasikan terus menerus mll media tentang aktivitas kepedulian sosial dan lingkungan agar tercapainya publikasi yang positif di mata masyarakat/publik.

8.        Membina dan mempertahankan citra perusahaan/produk, baik dari segi kuantitasdankualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumen

9.        Berupaya secara proaktif dalam menghadapi suatu kejadian negatif yang mungkin akan muncul di masa mendatang

Terkadang masih banyak yang bingung antara PR dan MPR, pada dasarnya MPR merupakan evolusi dari PR karena perluasan fungsi PR. Perbedaan tipis tersebut dilandasi kata Marketing, dimana PR juga bertugas mengawasi aktivitas marketing perusahaan yang berdampak pada citra perusahaan. MPR tidak mengedepankan marketing dengan konsep yang penjualan keras (seperti iklan atau sales promo). Sama seperti PR, MPR juga hanya menggunakan channel seperti publikasi ke media, branding, event, menyebarkan berita, dan lainnya. Namun, MPR mengelola komunikasi perusahaan sedemikian rupa agar pesan yang ingin ditujukan sampai ke khalayak. Dan pada akhirnya dapat memotivasi khalayak untuk membeli produk/memercayai perusahaan yang bersangkutan

Read more...

Scroll to top