Invent

Blog


Menjalin Kerjasama Yang Baik dengan Supplier/Bagian Sirkulasi Media Daerah


Media Monitoring adalah salah satu bagian terpenting dalam sebuah PR dan Advertising Agency. Tugas utamanya adalah mencari berita yang terkait dengan client, baik dalam bentuk artikel, rekaman atau online. Berita yang di-cover mencakup penyebutan produk/brand, kegiatan CSR, investasi/saham, industri terkait dan kompetitor.

Dalam mengumpulkan berita-berita tersebut, seorang Media Monitor biasanya harus berhubungan dengan bagian sirkulasi media. Media cetak yang digunakan meliputi koran nasional, koran daerah dari seluruh nusantara, Majalah, tabloid, bahkan free magazine. Untuk media cetak nasional mungkin tidak mengalami kendala berarti untuk berlangganannya. Biasanya yang agak sulit berasal dari media daerah, terutama koran2 dengan coverage dan sirkulasi yang terbatas.  Kesulitannya biasanya berupa, susahnya mencaricontact person dan pengiriman.

Supaya urusan berlangganan dengan media-media cetak daerah berjalan dengan lancer kami mempunyai beberapa tips:

  1. Cari tahu contact person di bagian sirkulasi. Bila tak ada, cari tau nama dan nomor telepon jurnalis/wartawan dari media tersebut dari tim media relation.
  2. Bila tidak ada, cari website resminya melalui google dan catat nomor telepon yang tertera.
  3. Atau bisa juga tanya ke 108. Caranya masukkan kode daerah (mis. 0361) diikuti 108.
  4. Bila sudah tersambung, catat nama bagian sirkulasi/iklan/pemasarannya beserta nomor handphone/pin blackberry mereka
  5. Bila komunikasi lanjutan melalui sms/bbm, buka percakapan dgn selamat pagi/siang/malam dan akhiri dengan ucapan terima kasih
  6. Catat setiap detail mengenai jumlah pembayaran, no rekening yang bersangkutan dan tanggal berapa harus bayar lagi. Scan juga bukti pembayarannya.
  7. Selalu cek apakah pengiriman koran selalu ontime, dan jangan sungkan mengingatkan. Asal dengan cara yang baik, mereka akan menanggapi baik.
  8. Bila ada masalah pengiriman tanyakan apakah koran tersebut bekerjasama dengan agen tertentu.
  9. Bila kerjasama berakhir karena kontrak dengan client selesai, ucapkan terima kasih atas bantuan mereka sehingga mereka merasa dihargai.

Read more...


Tips Menghadapi Kegagalan


Untuk sesuatu yang begitu menyakitkan, kegagalan – setidaknya sebagai topik – adalah sesuatu yang sangat populer. Baik itu kegagalan di pekerjaan, hubungan cinta, bahkan dalam kehidupan berkeluarga. Namun, orang bijak mengatakan bahwa kita tidak perlu takut pada kegagalan, karena selain menjadi guru yang terbaik, kegagalan seringkali menjadi fondasi dari inovasi.

Berikut tips mengenai bagaimana memanfaatkan momen kegagalan di dalam pekerjaan dengan maksimal:

1. Pertama, tarik nafas panjang. Berbesar hati dan terimalah insiden itu sebagai sebuah kegagalan.

2 Jangan pernah menutupi kegagalan. Contohnya, bicarakan kegagalan ini secara terbuka ke semua yang terlibat dalam proyek tersebut. Hal tersebut dapat menjadi awal bagi pembelajaran dan perbaikan untuk semuanya.

3. Beri waktu untuk meredakan emosi. Manjakan diri, curhat pada teman, atau bahkan hal ekstrim seperti mengajak tim Anda ke restoran dan “merayakan”nya.

4. Penting: selama emosi kita masih terfokus pada kegagalan, maka kita tidak dapat mengambil manfaat dari hal tersebut.

5. Selanjutnya, evaluasi kegagalan tersebut. Tahap ini harus dilakukan dgn berhati-hati agar tidak berujung pada suasana saling menyalahkan.

6. Tegaskan bahwa evaluasi ini dilakukan untuk mencari tau APA alasan dari kegagalan tersebut, bukan SIAPA yang salah.

7. Tentukan bersama langkah perbaikan apa yang perlu diambil. Pastikan semua orang mempunyai hak berpendapat.

8. Pastikan segala sesuatunya tertulis. Buat skema sederhana untuk melihat kesalahan serta perbaikan yang diperlukan secara lebih sistematis. Bagikan salinan dari skema tersebut kepada semua orang, bukan hanya anggota tim. Pembelajaran bersama tidak pernah merugikan.

Hasil nyata dari kegagalan adalah ketika kita mampu mengambil pelajaran dan menggunakannya untuk apa pun yang dilakukan selanjutnya. Yang terpenting, kegagalan tidak boleh menghambat kita untuk berinovasi. Yakinlah bahwa pelajaran ini akan menajamkan intuisi dan sensitivitas berpikir.

Read more...

Scroll to top